MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan sekitar 500 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada momen Iduladha tahun ini.
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan menyetorkan minimal 25 paket daging kurban kepada panitia.
“Iya, 25 paket. Di sini satu kilo daging,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga : Bupati Maros Pimpin ASN Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Jalan Baru Mamminasata
Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya gotong royong aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu masyarakat yang berhak menerima.
Jika diakumulasikan, jumlah paket yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 500 paket.
“Itulah yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, yang memang layak untuk diberikan daging kurban,” lanjutnya.
Baca Juga : Kumpulkan 560 Poin, Maros Juara Umum MTQ XXXIV Sulsel
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros itu menuturkan, seluruh paket yang terkumpul akan dikelola oleh panitia di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Dalam proses penyaluran, panitia akan menggunakan sistem kupon yang dibagikan kepada masyarakat penerima. Setiap kepala keluarga (KK) hanya akan mendapatkan satu kupon.
“Ada kupon yang dibagikan oleh panitia, nanti diambil di lokasi yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Baca Juga : 626 Calon Jemaah Haji Maros Dilepas di Lapangan Pallantikang
Salah satu lokasi yang disiapkan untuk pembagian adalah Lapangan Pallantikang. Sementara itu, proses pemotongan hewan kurban diperkirakan berlangsung selama dua hari.
Untuk pengumpulan daging kurban, akan dikoordinasikan oleh masing-masing OPD agar berjalan tertib dan merata.
“Setiap paket yang dibagikan berisi satu kilogram daging kurban,” jelasnya.
Baca Juga : WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
Meski telah ditentukan jumlah minimal, OPD maupun individu diperbolehkan menyumbang lebih dari ketentuan tersebut.
Bahkan, di beberapa OPD seperti Sekretariat Daerah, jumlah paket yang disetorkan bisa melebihi 100 paket.
Dia juga menyebut, selain OPD, kontribusi pribadi dari pejabat dan pegawai turut menambah jumlah paket yang terkumpul.
Baca Juga : WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
“Saya secara pribadi menyerahkan ke panitia 25, kemudian asisten, kabag juga berkumpul menyerahkan juga 25,” katanya.
Selain itu, ada pula bagian yang menyumbangkan dalam jumlah lebih kecil, namun tetap diterima oleh panitia.
“Ada juga yang menyerahkan 5 per bagian, tidak apa-apa, kita tetap buka,” tutupnya.
Baca Juga : WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
Untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik, panitia akan menggunakan besek berbahan anyaman sebagai wadah pembagian daging kurban.
“Kita tidak menggunakan kantong kresek, tapi akan menggunakan besek. Ini untuk lebih menjaga lingkungan dan kesegaran daging kurban itu sendiri,” ujarnya.
