MAKASSAR – Uang palsu di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan dikabarkan tidak terdeteksi palsu sehingga dapat disetorkan ke bank melalui mesin ATM.
Hal itu diungkap oleh @eil******** di akun media sosial X, Rabu (25/12/2024). “Kalo itu uang palsu yg produksi UIN, setorin aja ke rekening bank via ATM. Itu duit ga kedetek palsu soalnya. Daripada lapor ke bank malah duitnya disita ga diganti,” tulisnya.
Kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar ramai diperbincangkan dan menimbulkan kekhawatiran. Sindikat uang palsu itu kali pertama diungkap pada Rabu (18/12/2024). Menurut keterangan polisi, total uang palsu yang disita mencapai Rp 446,7 juta.
Baca Juga : Tipu Pria Hingga Nyaris Menikah, Waria di Pinrang Babak Belur Dikeroyok
Sementara sisanya diduga telah beredar di masyarakat. Atas kasus ini, polisi telah menetapkan 7 tersangka, seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).
Suriah, HTS, dan Kecemasan Baru Poros Kuartet Arab Artikel Kompas.id Lantas, benarkah uang asal kampus UIN Makassar tidak terdeteksi palsu dan bisa disetorkan ke bank?
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim memastikan, uang palsu yang diproduksi kampus UIN Alauddin Makassar sangat kecil kemungkinan bisa disetorkan ke bank.
Baca Juga : MK Diskualifikasi Trisal, KPU Sulsel Segera Jadwalkan Pemilihan Ulang Pilwali Palopo
Pasalnya, uang kertas tersebut sangat mudah teridentifikasi sebagai uang palsu sehingga tidak mungkin lolos deteksi mesin perbankan. “Uang palsu itu dapat dengan mudah dideteksi oleh mesin sortasi karena tidak dikenali ciri keasliannya,” kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (26/12/2024).
Hingga saat ini, Marlison belum menerima ada laporan dari bank terkait uang palsu di mesin perbankan atas kasus tersebut. Di sisi lain, berdasarkan penelitian BI atas sampel barang bukti pada kasus di UIN Alauddin Makassar, uang palsu yang diproduksi memiliki kualitas yang sangat rendah dan mudah teridentifikasi sebagai uang palsu melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).
Marlison juga menjelaskan bahwa uang palsu itu dicetak dengan menggunakan teknik cetak inkjet printer dan sablon biasa, sehingga tidak terdapat pemalsuan menggunakan teknik cetak offset sebagaimana berita yang beredar.
Baca Juga : Sudah Diberi Uang, Pria di Makassar Tetap Aniaya Ibunya dengan Parang
Hal tersebut sejalan dengan barang bukti mesin cetak temuan Polri yang merupakan mesin percetakan umum biasa. Marlison melanjutkan, uang palsu cetakan kampus UIN Alauddin Makassar tidak memiliki unsur pengaman uang yang berhasil dipalsukan.
