Siap atau Tidak, AI akan Hadir di Semua Lini Bisnis

Siap atau Tidak, AI akan Hadir di Semua Lini Bisnis

ATASBERITA.COM – Meskipun kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bukanlah hal baru, lanskap AI mengalami perubahan dramatis dengan dirilisnya ChatGPT pada bulan November 2022.

Dilengkapi dengan chatbot dan Large Language Model (LLM), beserta LLM versi baru, chatbot tersebut mengubah AI dari tools yang hanya digunakan oleh para ahli teknologi dan ilmuwan data menjadi tools yang dapat diakses oleh siapa saja.

Dalam prosesnya, hal ini memicu revolusi teknologi yang setidaknya akan sama disruptifnya dengan internet—dan banyak yang percaya lebih dari itu.

CEO Google, Sundar Pichai, mengklaim bahwa AI akan memberikan dampak yang lebih besar bagi umat manusia “dibandingkan listrik atau api.”

Sementara Satya Nadella dari Microsoft meyakini bahwa AI generatif merupakan “teknologi yang dikembangkan di Silicon Valley yang pertama kali memberikan manfaat bagi kehidupan manusia sehari-hari secara cepat dan nyata.”

Dampak AI Generatif dalam Bisnis

Kehadiran AI generatif diperkirakan akan memberikan dampak yang sangat besar bagi bisnis. Goldman Sachs memproyeksikan bahwa AI generatif berpotensi meningkatkan produktivitas tenaga kerja tahunan sekitar 1,5 poin persentase dalam jangka waktu 10 tahun dan mendorong peningkatan PDB global sebesar 7%.

McKinsey juga sama optimisnya. Menurut penelitian yang dilakukan perusahaan tersebut, gen AI dapat menghasilkan setara dengan USD 2,6 triliun hingga USD 4,4 triliun per tahun pada 63 kasus penggunaan yang dianalisis.

Perusahaan ini juga mencatat bahwa perkiraan ini dapat meningkat dua kali lipat jika dampak dari penyematan gen AI ke dalam software yang saat ini digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan di luar apa yang dianalisis juga disertakan dalam perkiraan mereka.

Di Indonesia, menurut Kearney, kontribusi AI terhadap PDB akan mencapai USD 366 miliar pada tahun 2030.

Berdasarkan analisis hubungan antara tenaga kerja dan produksi dalam perekonomian Indonesia, diperkirakan bahwa penggunaan AI generatif untuk melengkapi aktivitas pekerjaan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi sebesar USD 243,5 miliar di seluruh perekonomian, atau setara dengan 18% PDB pada tahun 2022.

Kasus penggunaan dan fitur baru bermunculan hampir setiap hari, tetapi berikut ini adalah beberapa penggunaan gen AI yang paling menarik di bidang keuangan, perawatan kesehatan, pemerintahan, dan manufaktur yang terjadi saat ini.