0%
logo header
Minggu, 08 Desember 2024 22:52

Sebelum Jadi Korban Penembakan,Siswa SMK di Semarang Sempat Hubungi Orang Tua

Redaksi
Editor : Redaksi
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12). Bareskrim akan memeriksa Irwan terkait penembakan siswa pada SMK hingga tewas.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12). Bareskrim akan memeriksa Irwan terkait penembakan siswa pada SMK hingga tewas.

ATASBERITA.COM – Tiga siswa SMK N 4 Semarang menjadi korban penembakan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin (38), pada Minggu, 24 November 2024, pukul 00:19 WIB.

Peristiwa tragis ini terjadi di depan Alfamart Jalan Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang.

Akibat penembakan itu, Gamma alias GRO (17) tewas, sedangkan SA (16) mengalami luka tembak di tangan dan AD (17) tergores peluru di bagian dada.

Baca Juga : Tipu Pria Hingga Nyaris Menikah, Waria di Pinrang Babak Belur Dikeroyok

Sebelum terjadi peristiwa penembakan, ternyata salah satu korban sempat mengirimkan pesan WhatsApp kepada orang tuanya.

Korban ini mengatakan kepada orang tuanya bahwa akan pulang terlambat lantaran sedang mengantar pulang seorang teman ke Gunungpati.

Dilansir Tribun Jateng, fakta tersebut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang.

Baca Juga : MK Diskualifikasi Trisal, KPU Sulsel Segera Jadwalkan Pemilihan Ulang Pilwali Palopo

“Komunikasi ini dilakukan setidaknya 30 menit sebelum kejadian penembakan. Hal ini menjadi pertanda bahwa korban tidak terlibat tawuran,” kata Fajar Muhammad Andhika, pengacara publik dari LBH Semarang, Sabtu (7/12/2024).

Andhika menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dengan mendatangi sejumlah saksi kunci, termasuk keluarga korban SA (16) dan AD (17).

Hasilnya, kedua korban tidak terlibat dalam tawuran pada malam kejadian.

Baca Juga : Sudah Diberi Uang, Pria di Makassar Tetap Aniaya Ibunya dengan Parang

Saksi di lokasi kejadian juga mengonfirmasi bahwa tidak ada tawuran saat penembakan berlangsung.

Bukti pendukung lain menunjukkan bahwa kedua korban dikenal sebagai anak yang baik dan aktif di sekolah serta lingkungan mereka.

Para korban adalah harapan keluarga, bahkan salah salah satu korban selamat adalah anak yatim yang berprestasi.

Baca Juga : Pria di Makassar Meninggal Saat Joging Pagi di Car Free Day Boulevard

“Melihat kondisi ini, sangat kecil potensinya mereka terlibat dalam klaim-klaim yang dilempar kepolisian ke publik,” ungkapnya.

Andhika juga menegaskan bahwa investigasi ini membantah pernyataan awal Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, yang menyebutkan bahwa para korban adalah bagian dari kelompok gangster yang melakukan tawuran.

Atas dasar itu, pihaknya menilai Kapolrestabes Semarang telah melakukan tindakan obstruction of justice atau upaya menutup-nutupi fakta yang sebenarnya.

Baca Juga : Pria di Makassar Meninggal Saat Joging Pagi di Car Free Day Boulevard

“Kami menuntut agar Kapolrestabes dipecat,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menolak untuk menanggapi tuntutan pemecatan terhadap Kombes Pol Irwan Anwar.

“Kalau saya tidak menanggapi apa yang disampaikan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : Pria di Makassar Meninggal Saat Joging Pagi di Car Free Day Boulevard

Ia mengatakan, Kapolrestabes Semarang telah menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi dan bertanggung jawab terhadap kelalaian yang dilakukan anak buahnya.