BANTAENG – Juru bicara (jubir) paslon nomor urut 1, M. Fathul Fauzy Nurdin – H. Sahabuddin (UJI-SAH), Diar menanggapi soal berita yang menilai
H. Sahabuddin diduga melakukan provokasi kepada warga.
Diar menjelaskan, berita tersebut merupakan kampanye negatif yang di-desain untuk menjatuhkan UJI-SAH.
“Ini kampanye negatif untuk menjatuhkan kami. Bayangkan potongan video berdurasi 15 detik dijadikan bahan berita. Membangun opini berdasarkan kutipen netizen yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Diar.
“Ayo kita berpilkada damai. Kita harus paham yang mana dibilang kritikan dan masukan,” tambah Diar.
Diar menjelaskan, dalam pernyataan lengkap H. Sahabuddin, dirinya meminta warga untuk tidak takut dengan ancaman oknum kepala desa. Karena masyarakat mempunyai hak untuk menggunakan hak pilihnya.
“Jadi ini selalu disampaikan beliau dalam setiap kampanyenya. Agar masyarakat tidak takut dengan ancaman oknum kades jika ada mengancam dengan mencabut kartu bantuan sosial seperti PKH, dan lain-lain. Karena itu merupakan bantuan lansung dari pusat,” ungkapnya.
Baca Juga : Tanpa Dihadiri Tim IA-KAN, Rapat Rekapitulasi KPU Bantaeng: UJI-SAH Raih Suara Terbanyak
Diar turut berharap, seluruh media bekerja seceara profesional dan independen.
“Media harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Masa potongan video dan sumbernya tidak diverifikasi dijadikan bahan berita. Semoga bisa berubah, dan sampai ketemu di tahun 2025,” pungkasnya.
