ATASBERITA.COM – Kisah Alika bocah penjual sayur yang sempat viral di media sosial kini tengah berduka.
Beberapa waktu lalu, Alika yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu harus merawat ayahnya sendirian.
Diketahui, ayahnya tidak bisa beraktivitas normal karena sakit kanker.
Baca Juga : Tipu Pria Hingga Nyaris Menikah, Waria di Pinrang Babak Belur Dikeroyok
Untuk bisa makan bersama sang ayah, Alika pun setiap harinya berjualan sayur.
Biasanya Alika jualan sayur di sekitar Dusun Kesuma, Tempos Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Kehidupannya berubah drastis seperti itu seelah ibunya meninggal dunia.
Baca Juga : MK Diskualifikasi Trisal, KPU Sulsel Segera Jadwalkan Pemilihan Ulang Pilwali Palopo
Kini, kisah Alika pun kembali disorot publik.
Bocah SD itu tengah berduka karena ayahnya meninggal dunia.
Kabar duka itu disampaikan melalui unggahan Instagram @sayaphati.
Baca Juga : Sudah Diberi Uang, Pria di Makassar Tetap Aniaya Ibunya dengan Parang
“Ayah Alika seorang gadis yang menjaga ayahnya wafat, team sayaphati sudah proses renovasi rumah alm,” tulis pengunggah, dikutip Tribunjabar.id, Minggu (22/9/2024).
Diketahui, setelah Alika viral banyak donasi yang berdatangan untuk keluarganya.
Tangis Alika Bocah SD Jualan Sayur sambil Rawat Ayah yang Sakit Kanker, Ibu Sudah Meninggal Dunia
Tangis Alika Bocah SD Jualan Sayur sambil Rawat Ayah yang Sakit Kanker, Ibu Sudah Meninggal Dunia (Instagram @sayaphati)
Donasi itu pun digunakan untuk renovasi rumah dan tabungan untuk pendidikan Alika.
Baca Juga : Pria di Makassar Meninggal Saat Joging Pagi di Car Free Day Boulevard
Kini Alika pun sendirian, kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
Unggahan itu pun menarik simpati dari publik.
@fnd***.
Ayahnya bertahan hanya untuk menunggu orang baik agar membantu Alika???? setelah ketemu dia pergi dengan tenang
Baca Juga : Pria di Makassar Meninggal Saat Joging Pagi di Car Free Day Boulevard
@ard***.
Ayah nya bertahan untuk anak gadisnya, dan setelah mengetahui rumahnya sudah direnovasi ayahnya meninggalkan nya dalam kedamaian
@ara***.
Titip adeknya dan juga dimonitoring @sayaphati , takutnya nanti ada orang-orang yang datang memanfaatkan keadaan.
